Artikel ini adalah lanjutan kedua dari pembahasan mengenai pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur oleh Warung Ekosos. Untuk membaca pembahasan pertama, silakan klik di sini.

Prioritas Nasional Bidang Pendidikan

Angka melek huruf di Jawa Timur masih dibawah angka nasional sama halnya dengan rata-rata lama sekolah. Walaupun memiliki tren yang membaik, namun perbaikan masih cenderung lambat. Dari data APBD 2016 dan 2017 terlihat adanya penurunan pangsa anggaran pendidikan (dari 35% ke 28%), walaupun secara pagu meningkat (Rp 14T ke Rp 15.6T). Hal ini harus menjadi perhatian dan fokus pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Jawa Timur.

01 fgfPpdG x1kyTs0yQI80haI7zZAgQg5c2JMU1pQwSaZEkrzdWaxGlM9TG7mdhgR4qqskoQAFaKtJcotN0Z xonhhLpFswp2bnH8v1REdhn JDh4Jb5wJP2Q k7WIKcCERnYQ
rKDiWPAHp1SgbmzMRY 1ChFD97SmoCRKH9DD sbOGD CmL4hlS1o5QMFDT3OduIYomRWvsoNjtfyMuwEPN7Sr0htkcKf o H2ngvu3K3pCFjHKBnwVdXgwGJDwLoclweEg4 eiY

Prioritas Nasional Bidang Kesehatan

Angka prevelensi kontrasepsi di Provinsi Jawa Timur mengalami sedikit penurunan menjadi 60.08%. Sementara itu kualitas infrastruktur kesehatan yang dilihat dari indikator ketersedian tenaga kesehatan di puskesmas mengalami peningkatan sebesar 30% dari 173 puskesmas pada tahun 2016 menjadi 225 puskesmas. Meskipun demikian peningkatan ini lebih lambat dibandingkan peningkatan pada level nasional dalam 3 tahun terakhir. Pada tahun 2017, 1 puskesmas yang memiliki minimal 5 jenis tenaga kesehatan berbanding dengan 174.635 penduduk yang mana masih tinggi dibandingkan angka nasional yaitu 1: 99.163 penduduk. Diperlukan peningkatan kinerja pemda dalam rangka perbaikan pencapaian daerah di tahun-tahun kedepan.

ohxbUa7k4odNbJZozFOWBsrGFRMgi2nLm76pr OSrlPWBRWCcpAXG0gFxkBs5 5qYKK8cYDTEcoqcm0yI6ZlhEQj6cFVDp8SngWbFOsUVe 7wgp5yC95yr49qDC 25LMZsuaNqg
14KCHT1BEjDL4YynoL44Qaesm4KGnMX1Z6VC4GbZFsESkeJsLUvVOOBARM8K0tFT7n4UN R0DWjKTCqyAoaymK9Klcmj50DF8eGHjq62Wp j7gSYsQia68igRInahn2Ao

Prioritas Nasional Bidang Perumahan dan Permukiman

Capaian dua indikator PN Perkim di Provinsi Jawa Timur dinilai cukup baik. Pertama, indikator akses air minum layak pada Provinsi Jawa Timur walaupun mengalami sedikit penurunan dari 75,83 di tahun 2016 ke 75,54% pada tahun 2017 tapi tetap berada diatas capaian nasional. Sementara itu, akses sanitasi mengalami perbaikan dibandingkan tahun lalu yaitu hampir mencapai 70%. Keberhasilan pemerintah daerah dalam pencapaian PN ini patut diapresiasi.

jF7A HmX3KvdZ3HO1y5u66JpcBEP6zpFUSaiJbgzmpJWGFf 1SWK4rlUjlBC9kI hknosU8a0fXSBjIIu 2KoT8oRiOP9iEkG8ZTspdKd7QB8EY3nqNFkYwa0lBZLJ9Kwiu XZ4

Prioritas Nasional Bidang Antar Kelompok Pendapatan

Presentase kepemilikan akta di Provinsi Jawa Timur mencapai 84% dan berada diatas angka nasional dengan tren yang meningkat dalam tiga tahun terakhir. Hal ini mencerminkan besarnya concern pemerintah daerah dalam mengakomodasi kebutuhan dasar masyarakat berpenghasilan rendah serta semakin baiknya kesadaran masyarakat Jawa Timur terkait dengan kelengkapan administrasi kependudukan. Terkakhir, birokrasi yang efektif dan efisien juga merupakan salah satu faktor keberhasilan pemerintah daerah dalam pencapaian PN ini.

RRUyvemQJsCbTiKJ9B90M M5Js99dbcexNfPt9NE0wrRuCsq3urX5TYpROm U9DbaEi9XeBYE8rhBsMaqlFuqd0XYNuTQ3a84Rwn4UyKOHJoqirGOWQ0IRAzPyuVaff86fpMaP8

Prioritas Nasional Bidang Kedaulatan Pangan

Produksi padi di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2016 mengalami peningkatan sebesar 3,6% dibandingkan dengan tahun 2015. Namun peningkatan produksi masih berada dibawah angka nasional yang mencapai 5,2%. Kontribusi produksi pada di Jawa Timur juga sedikit menurun dari 17,45% ke 17,18% di tahun 2016. Namun, peningkatan produksi padi lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan penduduk di Provinsi Jawa Tengah. Di tahun 2016, terjadi peningkatan produksi padi per kapita dari 338 kg penduduk menjadi 348 kg per penduduk. Untuk indikator produksi daging sapi, hampir sekitar 20% dari total produksi daging sapi nasional berasal dari Provinsi Jawa Timur di tahun 2015. Untuk produksi daging sapi per kapita, capaian Provinsi Jawa Timur lebih baik dibandingkan dengan nasional yaitu 2,46 kg per orang dibandingkan dengan 1,98 kg per orang pada tahun 2015.

Isu pangan yang dibahas selalu dari produksi dan kebijakan, padahal terdapat isu penting lainnya yaitu harga pangan untuk menghadapi tantangan harga pangan asing yang lebih kompetitif. Lahan di Jatim sudah over fertilized dikarenakan petani ingin meningkatkan produksi secara signifikan. Hal ini menyebabkan Jatim berada pada tingkat kritis lahan yang paling tinggi. Masalah lainnya terkait pertanian adalah tidak tersedianya tenaga penyuluh pertanian untuk membantu petani.

J6PXh5ehZdi bmfoFLlO1QipezEVqg8 JU0PuiKM9uL7l76zp6HJk41IWnb56LY7CtgFcXntoHY5PcbO fsCO DyG4Q9gbVhMCWqInUugSYYyR ZbaTGhT6aJez5JT1X
S610uTzPYMZ1sPXvB6JdlG9yfDYpvAB25oZ8jLT83TaLrAiYbK3rF7xGsv1SjCf4g2QoHzT8iOBi7Z3kcXavBq6NKn9Atd

Prioritas Nasional Bidang Reforma Agraria

Pada tahun 2017, Provinsi Jawa Timur berhasil mendistribusikan 1350 bidang tanah kepada masyarakat atau 5,83% dari total bidang tanah yang didistribusikan secara nasional. Selain itu, terjadi peningkatan yang signifikan terkait dengan pemberian Hak Atas Tanah yang mencapai 5 kali lipat pada tahun 2017 dibandingkan tahun 2016. Pada tahun 2017, sertifikat Hak Atas Tanah yang diberikan oleh Provinsi Jawa Tengah mencapai 602.807 bidang atau 14,9% dari total pemberian sertifikat nasional.

94qtkxVUGs09fwlBiK
okaqiuqQVvE7fQDBGn37rrnsVIh8Bc7T38u aZw

Prioritas Nasional Bidang Perceptan Pertumbuhan Industri

Kontribusi sektor industri di Jawa Timur mencapai 29,03% pada tahun 2017 atau sedikit meningkat dari tahun sebelumnya. Hal ini menjadikan industri pengolahan tetap menjadi sektor utama dalam perekonomian Provinsi Jawa Timur dengan pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan angka nasional. Adapun kabupaten/kota dengan sektor industri pengolahan terbesar antara lain Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Gresik.

Menurut Asia Competitiveness Institute, Provinsi Jawa Timur merupakan provinsi terbaik dalam hal Ease of Doing Business di Indonesia dan peringkat kedua dalam hal daya saing di Indonesia. Oleh sebab itu, Provinsi Jawa Timur dinilai menarik bagi para investor ditambah lagi dengan kondusifnya pasar tenaga kerja. Contoh inovasi yang dilakukan oleh Pemerintah Jawa Timur antara lain EJISC (East Java Investment Super Corridor), P2T (Pusat Pelayanan Perizinan Terpadu, dan program percepatan pengadaan lahan.

zB7qnaxhNG4elAZab1J1CISftwx0hX z 1V1M8fPvXHH4gggcx5swZFM6mIFVj7RpcYxSEM8dilDkmeymn

Kesimpulan dan Rekomendasi

Provinsi Jawa Timur memerlukan peningkatan kinerja dalam beberapa PN seperti kemiskinan, kesenjangan serta pendidikan. Sementara itu, permasalahan lahan dan efisiensi sektor pertanian harus didorong karena sektor ini menyerap tenaga kerja yang masih besar. Pemerintah daerah juga harus melakukan strategi khusus untuk mengakselerasi pembangunan di Pulau Madura karena dalam beberapa indikator diatas masih tertinggal dibandingkan dengan daerah lain. Terakhir, dengan semakin meningkatnya investasi ke Jawa Timur, pemerintah daerah harus mempersiapkan SDM yang mencukupi.

Tentang Penulis

Icon warung ekosos PNG Bg Putih
Warung Ekosos
Litbang Sosial Logi at Sosial Logi | + postingan

Tim khusus di Sosial Logi yang mempelajari dan mendiseminasikan isu-isu sosial-ekonomi sambil nongkrong di warkop dan ngopi. Ngelmu dengan santuy dan membumi.

Leave a Reply