Ada banyak jenis tes kepribadian online yang bisa kamu temui belakangan ini. Mulai dari tes yang mengidentifikasi kepribadian melalui warna, gambar, hingga yang memiliki nama besar di belakangnya seperti tes Jung dan DISC. Itu pun banyak tes online yang gratis dan bisa dilakukan secara berulang. 

Tes MBTI, singkatan dari Myers-Briggs Type Indicator, bahkan memiliki komunitas aktif di mana orang-orang bisa mempelajari kepribadian mereka lebih lanjut melalui diskusi dan buku bacaan yang disediakan di sana. Tentunya, layanan lanjutan yang disediakan dengan materi itu berbayar.

Namun tes-tes itu, baik yang berbayar maupun yang gratis, seringkali dipermasalahkan oleh psikolog yang mendedikasikan dirinya mempelajari kepribadian manusia. 

8 Macam Tes Kepribadian Online

Ada banyak tes kepribadian yang bisa kamu temukan di internet. Berikut ini Sosial Logi rangkumkan 8 macam tes yang paling umum digunakan para peselancar dunia maya.

Mengikuti tes kepribadian online adalah salah satu aktivitas paling populer di Indonesia.

1. Myers-Briggs Type Indicator (MBTI)

Orang Indonesia sangat senang dengan tes ini. terbukti dari banyaknya perusahaan di industri kesehatan mental yang mengembangkan tes MBTI online. Didasarkan pada teorinya Carl Jung, Isabel Myers dan Katharine Briggs mengkategorikan tipe kepribadian ke dalam 16 tipe berdasarkan pada persilangan 4 sifat: extraversion-introversion, sensing-intuition, thinking-feeling, judging-perceiving. Di Indonesia, kamu bisa coba tes yang dibuat oleh Satu Persen

2. DISC

DISC adalah singkatan dari 4 sifat yang diukurnya, yakni Dominance, Inducement, Submission, dan Compliance. DISC digunakan untuk menilai gaya perilaku orang-orang sehingga ia sangat berguna bagi organisasi dan perusahaan yang hendak membangun tim. Pelatihan-pelatihan manajerial juga sering mengandalkan pengukuran DISC. Karena biasa digunakan di lingkungan bisnis, kamu akan jarang menemukan tes DISC yang gratis. Kalau mau coba tes DISC yang gratis, kamu bisa kunjungi Aku Pintar.

3. Eysenck Personality Inventory (EPI)

EPI mengukur dua sifat manusia: ekstraversi-introversi dan neurotisme-stabilitas. Ada 57 item pertanyaan yang harus kamu isi dengan jawaban “ya” dan “tidak”. Setelah hasilnya diketahui, kamu akan mendapatkan tiga jenis skor. Kalau kamu penasaran dengan tes EPI, kami bisa kunjungi laman ini.

4. EI Test Goleman

EI adalah singkatan dari Emotional Intelligence. Tes EI dikenal awalnya karena Daniel Goleman menulis buku berjudul “Emotional Intelligence“. Buku itu sangat laku di pasaran pada masanya. Lalu ide dari buku itu jadi perbincangan para psikolog di akhir 1990an. Sekarang, kecerdasan emosional menjadi salah satu bentuk tes psikologis yang dikenal di mana-mana. Kamu bisa kunjungi situs ini kalau mau tau tesnya secara gratis.

5. Winslow

Asesmen Kepribadian Winslow adalah asesmen yang mengukur perilaku dan sikap dari seorang pegawai. Tes ini adalah salah satu tes yang sering digunakan oleh perusahaan. Ada 24 sifat kepribadian yang diukur oleh tes ini, dan ada 48 dimensi kepribadian yang diperhatikan. Tes Winslow ini sering digunakan oleh perusahaan karena ia bisa memberi tahu kesuksesan seorang pegawai saat menjabat secara profesional di perusahaan tersebut.

6. HEXACO

HEXACO adalah model kepribadian yang memiliki enam dimensi: Honesty-Humility (H), Emotionality (E), Extraversion (X), Agreeableness (A), Conscientiousness (C), dan Openness to Experience (O). Keunikan HEXACO dari penilaian kepribadian yang lainnya adalah dimensi tambahan, yakni dimensi Honesty-Humility. Kamu bisa coba tes HEXACO di sini.

7. Big Five

Sering juga disebut sebagai Five-Factor Model, Big Five adalah model kepribadian yang paling diterima dan digunakan di psikologi. Big Five lahir dari studi analisis faktor pada respon orang-orang dari berbagai belahan dunia. Disebut “five” karena variabel kepribadian yang dianggap penting ada lima, yakni ekstraversi, neurotisme, mudah tidaknya seseorang setuju, kesungguhan meraih tujuan, dan keterbukaan diri. Kamu bisa coba tes Big Five di laman ini secara gratis.

8. Enneagram

Enneagram awalnya adalah praktik spiritual, bukannya ide berasal dari studi ilmiah. Menurut Enneagram, kepribadian didorong oleh emosi, rasa takut, dan kepercayaan. Biasanya ia diajarkan oleh guru spiritual. Tapi, belakangan ini banyak tes kepribadian online yang mengaku bisa menentukan tipe Enneagram seseorang.

Meski delapan tes kepribadian ini bisa kamu coba secara gratis di internet, tidak semua dari mereka memenuhi kriteria ilmiah yang lazimnya diajarkan di psikologi. Sangat berbahaya juga apabila tes ini digunakan untuk mengidentifikasi gangguan mental. Jadi, sebagian dari tes online yang bisa kamu temukan sejatinya adalah pseudosains.

Five Factor Model, cara mengetahui kepribadian terbaik bagi psikologi.

Ledakan Asesmen di Psikologi Kepribadian

Psikolog, khususnya yang fokus mengkaji dunia kerja dan organisasi yakin kepribadian punya peran penting dalam menjelaskan dan memprediksi performa kerja seseorang.

Saat ini, taksonomi kepribadian yang paling diterima di psikologi adalah Five-Factor Model atau Big Five, sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya. Selain itu, menurut Susan C. Cloninger dalam The Cambridge Handbook of Personality Psychology (2020), ada tiga pendekatan teoritis lain yang biasanya digunakan oleh psikolog: PANAS (Positive and Negative Affect Schedule), MBTI, dan HEXACO.

Mengutip studi Stephen A. Woods dan Neil R. Anderson, sejak dua dekade lalu, riset-riset yang menghubungkan variabel kepribadian dan performa kerja terus bertambah secara signifikan. Karena itulah muncul beragam alat psikologis untuk menilai kepribadian seseorang, mulai dari yang ditujukan untuk studi ilmiah sampai yang digunakan untuk urusan komersil. 

Ledakan tes kepribadian ini memunculkan sejumlah pertanyaan di antara psikolog: apa perbedaan dan persamaan dari semua jenis asesmen kepribadian?

4 Masalah Akurasi Tes Kepribadian Online

Tidak semua tes kepribadian yang bisa kamu temukan di internet punya bukti yang cukup. Sekalipun tes itu berbayar, belum tentu psikolog setuju dengan kemantapan desain skalanya dalam menilai kepribadian seseorang. Berdasarkan pada buku Great Myths Of Personality (2021) yang ditulis oleh M. Brent Donnellan dan Richard E. Lucas, paling tidak ada empat alasan kenapa tes kepribadian online yang kamu gunakan bisa dipertanyakan keakurasiannya.

1. Alat ukurnya tidak terbuka pada riset lanjutan dan kritik ahli

Untuk membuat skala psikologis yang akurat, psikolog perlu melakukan wawancara dalam jumlah besar. Kemudian, hasil analisis dari wawancara itu dipublikasikan. Jadi, ada keterbukaan alat ukur agar psikolog lainnya bisa memberi komentar konstruktif pada skala kepribadian yang digunakan dalam tes tersebut. Kalau skala yang digunakan dalam tes tidak dipublikasi, ia tidak akan mendapat umpan balik psikolog. Konsekuensinya, tes itu tidak bisa menggambarkan dirimu yang sesungguhnya.

2. Cara mengukurnya bisa saja kurang (bahkan tidak) beraturan

Psikolog mengukur kepribadian secara terfokus. Kalau yang hendak diukur adalah dimensi ekstraversi, maka psikolog akan membuat alat ukur yang hanya terfokus pada ekstraversi. Tidak ada alat ukur ilmiah yang dibuat untuk mengukur dua atau lebih sifat secara bersamaan. Masalahnya, tes kepribadian online umumnya tidak begini. Pertanyaan atau item yang ada digunakan menjawab lebih dari satu dimensi kepribadian. 

3. Responden bisa salah paham dengan pertanyaan atau itemnya

Seperti yang disebutkan sebelumnya, psikolog mengembangkan alat pengukuran melalui tahapan-tahapan yang ketat dan serius. Manakala alat ukur memuat pertanyaan yang ambigu atau kabur, psikolog bisa memberikan masukan yang konstruktif pada alat ukur tersebut. Masalahnya sudah jelas, tes kepribadian online yang tidak dibuat dalam tahapan yang ketat akan menghasilkan item yang mudah disalahpahami. Jadi, jawaban yang diberikan oleh responden bisa saja tidak sesuai dengan maksud pengukurannya.

4. Salah cara mengukur dimensi kepribadian

Dimensi kepribadian memang sulit diukur. Karena itulah psikolog punya teori-teori khusus pada dimensi tersebut. Misalnya, teori tentang ekstraversi menyatakan bahwa orang ekstrovert, apabila berada dalam situasi sosial, cenderung nyaman dan menikmati momennya. Untuk memastikan pengukurannya sesuai dengan dimensi yang diukur, psikolog perlu riset dan bukti yang banyak dan tidak satu arah. Tes-tes kepribadian online jarang melalui proses rumit semacam ini sehingga hasil pengukurannya belum tentu valid.

Kesimpulan

Ada harga ada barang, atau, dalam bahasa asing, you get what you pay for. Hal yang sama juga berlaku pada tes kepribadian online. Walaupun ada tes gratis, belum tentu hasilnya bisa diandalkan. Kalau pun tesnya berbayar, belum tentu ia berhasil menggambarkan diri seseorang dengan baik. Penilaian kepribadian yang ilmiah membutuhkan proses yang kompleks dan tidak mudah.

Meski demikian, bukan berarti kamu harus menistakan dan menjauhi semua tes kepribadian yang bertebaran di internet. Sebagian dari tes itu dibuat dengan hati-hati oleh psikolog yang punya pengalaman riset selama bertahun-tahun. Tidak ada salahnya untuk mencoba dan menarik kesimpulan yang bermakna dari hasil tes itu.


Tentang Penulis

Website | + postingan

Berdiri sejak tahun 2020, Sosial Logi adalah media populer yang membumikan ilmu sosial di Indonesia.

Leave a Reply