Pedagogi kritis adalah gerakan dan studi interdisipliner atas hubungan antara pendidikan dan kekuasaan di masyarakat. Karena itulah pedagogi kritis tidak bisa lepas dari isu-isu yang umumnya ada di sosiologi pendidikan dan ilmu sosial kritis seperti ketidaksetaraan dan kelas sosioekonomi.

Konsep penting yang ada di dalam pedagogi kritis adalah relasi kuasa/pengetahuan. Pengaruh dari tokoh-tokoh penting di sosiologi seperti Michel Foucault dan pemikir-pemikir setelahnya cukup kuat di sini.

Pendidikan tidak dipandang sebagai lembaga yang netral dalam pedagogi kritis. Pandangan radikal studi bermuatan gerakan ini adalah bahwa pendidikan diperebutkan di masyarakat. 

Dalam pemahaman pedagogi kritis, pendidikan memiliki dua tujuan di masyarakat. Pertama, ia mendomestikasi dan menjaga keberlangsungan hubungan kekuasaan yang dominan di masyarakat. Akibatnya, masalah-masalah sosial, ekonomi, dan politik seperti kriminalitas, kemiskinan dan korupsi tetap hidup.

Kedua, pendidikan juga bisa ditujukan untuk membebaskan manusia dari penindasan dan kerusakan yang dibuat oleh sesama manusia. Ide keadilan sosial dan keberlanjutan sangat penting dalam tujuan yang kedua ini.

Latar Belakang Konseptual

Etimologi Pedagogi

Pedagogi berasal dari bahasa Yunani Kuno, paido, yang berarti “anak kecil” dan ago, “memimpin, membimbing.” Jadi, pedagogi adalah kegiatan mengajar anak-anak atau manusia yang belum memiliki kemandirian .

Pedagogi tidak sama dengan andragogi. Andragogi adalah kegiatan mengajar pada manusia dewasa. Dalam andragogi, pembelajaran dilakukan dengan cara yang lebih leluasa dan peserta bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Sedangkan, pedagogi umumnya berurusan dengan kurikulum dan pengarahan dari orang dewasa. 

Pengaruh Teori Kritis pada Pengertian Pedagogi Kritis

Kata “kritis” dalam pedagogi kritis menunjukkan pengaruh pemikiran Barat radikal pada abad ke-20. Pengaruh tokoh-tokoh intelektual kritis seperti Karl Marx dan tokoh-tokoh setelahnya seperti Antonio Gramsci dan Michel Foucault sangat besar di sini.

Pedagogi kritis berasal dari pemikiran kritis dari Frankfurt school. Pemikir Frankfurt saat itu berusaha melihat Marxisme dengan cara yang berbeda. Dalam upaya memikirkan ulang Marxisme, pengetahuan dan bahasa jadi nampak jelas hubungannya dengan persekolahan dan pendidikan. Konsep-konsep seperti ideologi, hegemoni, dan diskursus jadi penting dalam studi pedagogi kritis.

Seiring berkembangnya waktu, topik-topik studi dalam pedagogi kritis juga berkembang. Beberapa diantara topik penelitian pedagogi kritis adalah sebagai berikut:

  1. Pengetahuan. Pengetahuan milik siapa yang diajarkan? Apa peran kekuasaan dalam proses pendidikan? Bagaimana media baru membentuk dan mengulang apa yang terjadi di dunia pendidikan? Bagaimana pengetahuan diproduksi oleh pihak atau organisasi yang berkuasa?
  2. Proses dan hasil dari pendidikan. Bagaimana afeksi dan emosi memengaruhi proses pendidikan? Apa makna dari pintar? Bagaimana konteks kebudayaan membentuk apa yang terjadi di proses belajar-mengajar? Apa arti dari orang terdidik? Apa arti dari guru yang handal?
  3. Peran sekolah. Peran apa yang sekolah mainkan di masyarakat demokratis? Bagaimana perbedaan sekolah di masyarakat demokratis dan masyarakat totalitarian? Apa yang menyebabkan perbedaan tujuan pendidikan di masyarakat? Bagaimana globalisasi memengaruhi pendidikan?

Perkembangan: Tiga “Gelombang” yang Memengaruhi Definisi Pedagogi Kritis

Pedagogi kritis memahami proses, praktik dan model pendidikan sebagai bentuk hubungan dan sistem sosial yang aktif. Satu keyakinan penting dalam pedagogi kritis adalah bahwa jika pendidikan bisa digunakan untuk menindas, maka ia juga bisa digunakan untuk mengubah penindasan dan bahkan melakukan pembebasan.

Pemikir dalam pedagogi kritis pada dasarnya berfokus pada upaya membebaskan manusia dari penindasan dan kesengsaraan melalui kegiatan pedagogis. Namun, dalam perkembangannya terdapat perubahan dan pengembangan ide. Kita bisa membagi ke dalam tiga “gelombang.” 

Dalam gelombang pertama, para pemikir kritis ini muncul di sekitar tahun 1970 hingga 1980. Mereka secara langsung mewarisi ide-ide dari Frankfurt school seperti keutamaan konsep kelas. Tokoh-tokoh dalam gelombang ini di antaranya adalah Paulo Freire, Henry Giroux, dan Ira Shor.

Gelombang kedua muncul di sekitar awal 1990 an. Tokoh-tokoh dalam gelombang ini mempermasalahkan bahkan menolak ide-ide dari gelombang pertama. Mereka yang mengkritik gelombang pertama datang dari sudut pandang feminisme, postmodernisme, dan post-strukturalisme. Memang pada tahun-tahun ini banyak intelektual menjadi sangat sadar pada isu-isu teoritik dan dominasi laki-laki dalam teori modern.

Pedagogi kritis kemudian kembali melihat pertanyaan-pertanyaan terkait kelas dan kapitalisme pada gelombang ketiga yang muncul sejak awal 2000an. Pengaruh teori posmodern dan topik-topik studi global kuat di gelombang ini. Jadi, peneliti pedagogi kritis juga bisa memasukkan topik gerakan sosial global, identitas dan kelas. Tokoh-tokoh penting dalam gelombang ini di antaranya adalah Peter McLaren dan Curry Malott.

Tokoh Penting di Pedagogi Kritis

Paulo Freire

Paulo Freire, tokoh terpenting yang ikut mendefinisikan pedagogi kritis.

Paulo Freire adalah tokoh yang sangat, kalau bukan yang paling, berpengaruh di pedagogi kritis. Idenya terkenal luas pada tahun 1970an berkat terjemahan bukunya, Pedagogy of the Oppressed (Pendidikan Kaum Tertindas). 

Pada masa itu, banyak orang berusaha membangun dunia yang berbeda dari dunia yang dibayangkan oleh penguasa Barat. Buku Pedagogy of the Oppressed menjadi salah satu buku yang menyediakan argumen yang sangat sistematik dalam kaitannya dengan pendidikan dan penindasan. 

Bagi Freire, konsep penting dalam pedagogi kritis adalah praksis pembebasan. Dalam konsep ini, proses pembelajaran dan pengajaran dilakukan untuk mengembangkan kesadaran sosial. Jadi, pendidikan tidak hanya untuk membangun kemampuan literasi siswa tetapi juga kemampuan memahami dan menyadari dunia di mana para siswa tinggal.

Joe L. Kincheloe

Joe L. Kincheloe akademisi yang berkontribusi penting dalam mengembangkan pengertian pedagogi kritis internasional.

Joe Kincheloe menggunakan berbagai macam metode penelitian dalam pekerjaannya. Dia dikenal dengan keahlian yang sangat luas di bidang penelitian, diantaranya keahlian analisis historis, psikoanalisis, etnografi, analisis tekstual, dekonstruksi, dan fenomenologi. Hasil dari studinya juga merupakan percampuran berbagai perspektif, tidak hanya teori kritis. Ini membuatnya sulit dilabeli.

Karya-karya Kincheloe memuat misi keadilan sosial. Baginya, hubungan antara guru dan murid bisa diubah dari yang awalnya “bergaya bank” (guru memberi pengetahuan dan siswa menerima) ke guru-sebagai-pembelajar dan siswa-sebagai-pembelajar melalui perbincangan yang kritis.

The Paulo and Nita Freire International Project for Critical Pedagogy atau disingkat juga The Freire Project didirikan oleh Kincheloe di Fakultas Pendidikan, Universitas McGill. Berkat jasanya membangun komunitas internasional dan mendorong hubungan dialogis dengan sesama pemikir kritis, banyak akademisi menyebut Kincheloe sebagai akademisi yang sangat berjasa di pedagogi kritis. 

Bacaan lebih lanjut

The Internationalization of Critical Pedagogy: An Introduction oleh Antonia Darder, Peter Mayo, dan João Paraskeva

Schools and/as Barricades: An Introduction oleh Brad J. Porfilio dan Derek R. Ford dalam buku Leaders in Critical Pedagogy oleh Brad J. Porfilio dan Derek R. Ford (editor)

Tentang Penulis

Website | + postingan

Berdiri sejak tahun 2020, Sosial Logi adalah media populer yang membumikan ilmu sosial di Indonesia.

Leave a Reply