Sosiologi pendidikan adalah salah satu ruang lingkup sosiologi yang berfokus pada dunia pendidikan. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, sosiologi adalah adalah studi tentang dunia sosial dengan beragam metode, mulai dari yang sangat ilmiah hingga humanistik. Maka dari itu, pengertian sosiologi pendidikan adalah cabang dari sosiologi yang mempelajari bagaimana lembaga sosial dan individu di dalamnya mempengaruhi proses-proses pendidikan dan perkembangan sosial individu tersebut. 

Sejak 50 tahun terakhir, kebanyakan riset sosiologi pendidikan berfokus pada perubahan status (status attainment) dan kesempatan mengenyam pendidikan (educational opportunities) berdasarkan sudut pandang kelas, gender, dan ras. Sedikit studi-studi tentang kebudayaan dalam konteks edukasi, organisasi pendidikan, dan politik di dunia pendidikan.

Kebanyakan teori dan studi di sosiologi pendidikan memang berfokus pada kelas dan ketidaksetaraan berbasis gender, ras dan kategori sosial lainnya.

Pendekatan Teoritik yang Menjadi Landasan Sosiologi Pendidikan

Fungsionalisme

Dalam pendekatan ini, sekolah dipahami sebagai salah satu bagian dari sistem sosial. Sekolah berperan untuk mengajarkan pandangan-pandangan umum yang dimiliki oleh masyarakat itu sehingga berbagai kelompok dan organisasi di dalam sistem sosial ini bisa mencapai tujuan bersama. Melalui sekolah juga persatuan antar kelompok terjaga dan dirawat.

Riset-riset perspektif fungsional berfokus pada struktur dan fungsi lembaga pendidikan. Misalnya, James Coleman mempelajari latar belakang para pelajar dan prestasi mereka. Dalam hasil studi terkenalnya, The Coleman Report, salah satu implikasi yang bisa diambil adalah anak-anak kulit hitam yang berada dalam keadaan melarat dapat belajar lebih baik di dalam ruang kelas mengintegrasikan ras lainnya. Jadi, sebenarnya capaian akademik itu lebih berhubungan dengan komposisi sosial, kemampuan pelajar mengontrol lingkungan, kemampuan verbal para guru, dan latar belakang keluarga pelajar yang bersangkutan.

Konflik

Pendekatan konflik dipengaruhi oleh Karl Marx dan Max Weber dengan cara yang berbeda. Namun, yang jelas, riset perspektif konflik berfokus pada konflik yang pada akhirnya menyebabkan perubahan. Samuel Bowles dan Herbert Gintis, datang dari perspektif Marxis, mempelajari hubungan antara masyarakat dan pendidikan. Mereka menyimpulkan sekolah mendorong munculnya stratifikasi sosial. Ketidaksetaraan didorong di antara para murid.

Randall Collins, menganut pendekatan konflik ala Max Weber, mengembangkan ide “kredensialisme”. Menurutnya, orang-orang dengan kondisi hidup yang mumpuni (advantaged) menggunakan kredensialisme sebagai teknik untuk menaikkan status mereka.

Interpretatif

Pendekatan interpretatif melihat apa yang guru dan siswa “lakukan” di sekolah. Sosiolog dengan pendekatan ini mempelajari situasi yang paling dianggap biasa oleh orang-orang. Biasanya mereka menggunakan teori labeling dan teori pilihan rasional.

Pendekatan teoritik yang didasarkan pada interaksi muncul sebagai respon atas pendekatan-pendekatan struktural pada tingkat makro seperti fungsionalisme dan konflik. Kedua pendekatan itu berfokus proses-proses di tingkat “teratas” di masyarakat, sedangkan dinamika sehari-hari yang ada di sekolah jadi terabaikan. Padahal, kehidupan sehari-hari pelajar di sekolah membentuk masa depannya. Jadi, bagi sosiolog yang menggunakan pendekatan ini, aspek-aspek personal berikut ini penting dalam menjelaskan performa dan capaian siswa:

  1. Sikap, nilai dan capaian personal
  2. Konsep diri dan efeknya pada aspirasi
  3. Status sosial-ekonomi

Pedagogi Kritis

Secara umum pendekatan pedagogi kritis berusaha menunjukkan bagaimana relasi kekuasaan dan ketidaksetaraan mewujud di pendidikan formal maupun informal. Studi-studi pedagogi kritis cukup luas, mulai dari aspek politis di ruang kelas hingga aspek yang lebih preskriptif seperti apa yang harus diajarkan di sekolah.

Buku Pedagogy of the Oppressed (1970) sangat berpengaruh di pendekatan ini. Paulo Freire, penulis buku tersebut berusaha mengedukasi pekerja tebu dan orang-orang tertindas lainnya di berbagai belahan dunia untuk menyadari hubungan eksploitatif, hubungan antara yang menjajah dan dijajah. Freire juga terkenal dengan kritiknya, yakni pendidikan gaya bank. Dia mengkritik para pelajar dipandang sebagai bejana kosong yang harus diisi oleh gurunya sehingga siswa menjadi penerima ilmu pengetahuan yang pasif.

Sosiologi Pendidikan Baru

Disebut “baru” karena sosiolog dalam pendekatan ini berusaha melepaskan diri dari pendekatan-pendekatan sebelumnya yang mendominasi studi sosiologi pendidikan, yakni pendekatan struktural. Bisa disebut pendekatan ini mengubah pengertian sosiologi pendidikan secara umum. Sebagai alternatifnya, sosiolog pendidikan di pendekatan ini menekankan pentingnya peran pengetahuan di sekolah. Jadi, mereka meletakkan perhatian khusus pada interaksi sosial dan kurikulum. Apabila pengertian sosiologi pendidikan ini digunakan, maka sosiologi pendidikan dianggap sebagai sub bidang kajian sosiologi pengetahuan. 

Arah Studi Baru

Jal Mehta dan Scott Davies mengajukan arah baru studi yang berpotensi turut mengubah pengertian sosiologi pendidikan. Mereka berpendapat teorisasi baru di sosiologi pendidikan sangat sedikit semenjak tahun 1970an.

Pengertian sosiologi pendidikan yang lama mengabaikan bagaimana peran pendidikan yang beragam di masyarakat. Pendidikan formal tidak hanya membentuk kehidupan karir dan capaian status, namun juga turut menentukan di mana seseorang tinggal, dengan siapa berteman dan menikah, berapa lama hidup, bahkan apa saja yang dimakannya.

Sosiolog pendidikan perlu menggunakan alat-alat teoritik yang sudah biasa digunakan di sosiologi secara umum seperti repertoires, linked ecologies, identitas kolektif dan semacamnya. Selain itu, sosiologi pendidikan juga perlu memperbarui teorisasi yang ada.

Tokoh-tokoh Penting di Sosiologi Pendidikan

James Coleman, sosiolog yang turut membentuk pengertian sosiologi pendidikan Amerika Serikat.

James Coleman

Riset-risetnya yang berfokus pada persekolahan membantu pemerintah untuk mengambil kebijakan yang tepat pada isu rasial. Salah satu hasil riset yang terkenal dari Coleman adalah “Equality of Educational Opportunity” atau sering disebut juga The Coleman Report. Melalui studi itu Coleman menyimpulkan kalau anak-anak kulit hitam akan lebih untung secara akademik kalau sekolahnya mengintegrasikan berbagai ras.

Pierre Bourdieu, sosiolog yang terkenal memengaruhi pengertian sosiologi pendidikan.

Pierre Bourdieu

Bourdieu membuat model hubungan antara pendidikan dan ketidaksetaraan yang menjangkau tingkat nasional. Dalam studi seriusnya di dunia pendidikan itu, dia menunjukkan bagaimana anak-anak kelas atas diuntungkan secara sistematik karena adanya modal kultural. Meski demikian, mereka juga punya risiko mengalami penurunan mobilitas. 

Studi dan Karya Terkenal

Equality of Educational Opportunity (1966) oleh Coleman, J.S., Campbell, E.Q., Hobson, C.J., McPartland, F., Mood, A.M., Weinfeld, G.D., & York. R.L. 

Reproduction In Education Society And Culture (1977) oleh Pierre Bourdieu dan Jean-Claude Passeron.

Schooling in Capitalist America (1976) oleh Samuel Bowles and Herbert Gintis.

The Credential Society An Historical Sociology of Education and Stratification (1979) oleh Randall Collins.

Tentang Penulis

Website | + postingan

Berdiri sejak tahun 2020, Sosial Logi adalah media populer yang membumikan ilmu sosial di Indonesia.

Leave a Reply