Ruang lingkup sosiologi pendidikan terus berkembang, sebagaimana pengertian sosiologi pendidikan juga berkembang. Dalam postingan sebelumnya disebutkan munculnya pendekatan-pendekatan baru dan usulan topik penelitian baru di sosiologi pendidikan. Namun, mereka semua terbilang masih baru dan belum dapat dilacak bagaimana pengaruhnya secara utuh pada sosiologi pendidikan masa kini.

Bagaimana pun, sejumlah ruang lingkup kajian sosiologi pendidikan mendasari berbagai penelitian di sub bidang studi ini. Beberapa di antaranya adalah pendekatan teoritik, stratifikasi sosial di dunia pendidikan, organisasi sosial dari dunia pendidikan, dan dunia pendidikan pasca-persekolahan. 

Berikut ini kami jabarkan apa saja dan yang menjadi ruang lingkup sosiologi pendidikan dan bagaimana perkembangannya.

Pendekatan Sosiologi Pendidikan

Paulo Freire, tokoh penting di pedagogi kritis

Sekurang-kurangnya sosiolog membagi dua jenis pendekatan di sosiologi pendidikan. Pertama adalah pendekatan klasik, dengan Emile Durkheim, Karl Marx dan Max Weber sebagai tokoh-tokoh yang berjasa pada pendekatan ini. Berikutnya adalah pendekatan kontemporer. Misalnya pedagogi kritis

Pendekatan yang kedua ini melihat fenomena pendidikan secara sosial dari berbagai sisi: perspektif mikro yang menekankan interaksi sosial, perspektif makro yang menekankan ketidaksetaraan, dan perspektif meso yang menggarisbawahi peran pengetahuan dan kekuasaan.

Educational Opportunity: Latar Belakang Anak-anak Membentuk Kesempatan Mengenyam Pendidikan

salah satu isu dalam sosiologi pendidikan dan pedagogi kritis adalah masalah akses terhadap pendidikan

Kita tidak boleh lupa bahwa pendidikan formal, dalam hal ini persekolahan, adalah satu bentuk sosialisasi. Sebelum adanya persekolahan, anak-anak diajarkan oleh keluarga dan komunitasnya. Tradisi untuk mengajarkan anak-anak ini masih terus berlanjut hingga hari ini, hanya saja sekolah punya peran primer untuk membangun kapasitas akademik dan keterampilan sosial dari anak-anak.

Sejumlah topik yang menarik dari ruang lingkup sosiologi pendidikan yang pertama ini adalah hubungan antara pekerjaan orang tua dan anak-anak mereka. Bayangkan orang tuanya bekerja sebagai dokter, apakah ini ada pengaruhnya dengan kebiasaan dan keterampilan yang anaknya miliki? Jika orang tuanya bekerja sebagai pedagang kain, keterampilan dan kebiasaan macam apa yang akan diturunkan pada anaknya? 

Lebih daripada itu semua, bagaimana performa akademik dari anak-anak itu? Pertanyaan-pertanyaan ini adalah contoh dari studi sosiologi pendidikan yang menghubungkan keluarga, perkembangan anak, dan proses pembelajaran di sekolah.

Topik lainnya yang dipelajari oleh sosiolog adalah peran komunitas di mana seorang anak tinggal dengan performa pendidikan formalnya. Studi atas anak-anak yang berasal dari keluarga yang “kurang beruntung” juga menarik perhatian banyak sosiolog belakangan ini.

Ketidaksetaraan di Dunia Pendidikan

Anak-anak asal Papua bisa menjadi salah satu studi dalam ruang lingkup sosiologi pendidikan
Sumber foto: The Jakarta Post

Dengan munculnya orang-orang “baru” di masyarakat seperti kehadiran orang-orang LGBT (lesbian, gay, bisexual, transgender, atau queer), tentu ini berdampak juga di proses dan pelaksanaan sistem pendidikan. Dampaknya bisa berupa dampak fisik, sosial dan emosional.

Di Indonesia sendiri terdapat peleburan anak-anak dari kota yang satu dan kota lainnya, bahkan dari etnis yang satu dengan etnis lainnya. Namun, pendidikan formal tetap mencerminkan sistem ketidaksetaraan sosial yang dikembangkan secara luas di masyarakat. Jadi, ketidaksetaraan terhadap kelompok-kelompok ini di dalam dunia pendidikan adalah salah satu topik yang menarik perhatian sosiolog.

Dalam topik ketidaksetaraan, sosiolog mempelajari kesenjangan tingkat pendidikan berdasarkan kelas sosioekonomi, ras, dan identitas lainnya. Mereka berusaha menemukan teori-teori yang bisa menjelaskan masalah akses pendidikan ini. Ada juga sudut pandang riset lainnya yang menarik untuk dipelajari di bawah topik ketidaksetaraan, yakni anak-anak yang berasal dari keluarga yang belum menyelesaikan pendidikan formal, khususnya pendidikan tinggi.

Pendidikan sebagai Organisasi Sosial

Interaksi dalam persekolahan bisa menjadi salah satu kajian dalam ruang lingkup sosiologi pendidikan

Sebelumnya, sosiolog mempelajari aspek-aspek organisasional dari pendidikan formal. Misalnya, kurikulum, layanan-layanan dalam persekolahan, guru, dan pengajaran. Namun, pembaruan perlu dilakukan untuk benar-benar memahami topik itu semua pada masa kini.

Sosiolog mulai mengonseptualisasikan dan mengukur perbedaan-perbedaan tiap sekolah, sebagaimana masing-masing sekolah terikat dengan konteks sosial dan populasi yang dididiknya.

Sekolah sekarang telah berkembang menjadi berbagai macam bentuk. Tidak hanya sekolah swasta dan negeri, kita bisa melihat adanya playgroup dan sekolah daring. Belum lagi perbedaan yang ada di dalam masing-masing bentuk sekolah itu. Sosiolog mempelajari bagaimana variasi bentuk persekolahan ini memengaruhi performa siswa dan kepuasan orang tua.

Pertanyaan lain yang menarik perhatian sosiolog pendidikan: bagaimana perbedaan kualitas pengajaran turut membentuk kesenjangan pendidikan? Bagaimana perbedaan kurikulum dipilih dan memengaruhi perjalanan siswa selama di sekolah?

Transisi Siswa ke Masa Dewasa

Salah satu ruang lingkup kajian sosiologi pendidikan adalah fenomena school-to-work

Masih ingat saat sekolah di mana memilih tempat untuk berkuliah adalah momen yang paling menegangkan? Perasaan senang, bimbang dan sedih saat hendak masuk dunia perguruan tinggi mencerminkan bagaimana proses transisi dari sekolah ke pendidikan tinggi bervariasi di tiap anak.

Anak-anak yang berasal dari keluarga yang miskin punya pengalaman yang berbeda dari anak-anak yang berasal dari keluarga kaya pada masa transisi pendidikan ini. Begitu juga anak-anak yang memiliki orientasi seksual atau identitas etnisitas yang berbeda. Nah, sosiolog juga mempelajari bagaimana proses-proses transisi ini berbeda di kelompok sosial yang berbeda juga.

Kesimpulan: Demografi Berubah, Ruang Lingkup Sosiologi Pendidikan Juga

Tidak hanya karena munculnya pendidikan daring, perubahan komposisi demografis yang makin “inklusif” di masyarakat memengaruhi proses-proses pendidikan formal dan informal. Mau tidak mau, sosiologi harus memperbarui arah dan penjelasan yang sebelumnya sudah dibuat dan dikembangkan.

Arah baru kajian sosiologi pendidikan terbuka luas untuk para peneliti muda, khususnya mahasiswa. Belum banyak studi-studi yang mempelajari ruang lingkup sosiologi pendidikan yang telah dijabarkan di atas. Ini artinya mahasiswa memiliki peluang yang besar untuk berkontribusi di sosiologi pendidikan melalui topik-topik penelitian yang menarik dan jarang didiskusikan di tingkat global.

Tentang Penulis

Website | + postingan

Berdiri sejak tahun 2020, Sosial Logi adalah media populer yang membumikan ilmu sosial di Indonesia.

Leave a Reply