Sebagai ilmu sosial yang terus mengalami perkembangan, sosiologi tetap berhutang budi pada teori-teori klasiknya. Itulah mengapa salah satu ruang lingkup sosiologi adalah teori sosiologi klasik.

Teori sosiologi klasik sebenarnya tidak terdiri dari teori-teori yang sepenuhnya dihasilkan melalui kegiatan studi ilmiah yang sistematik. Sebagian dari teori klasik di sosiologi adalah pemikiran filosofis, atau studi-studi historis atas masyarakat.

Dalam postingan kali ini dijabarkan tokoh-tokoh penting dalam teori sosiologi klasik secara ringkas. Kami merangkumkan untukmu dua kontribusi para tokoh secara singkat dan padat.

Teori Sosiologi dan Sosial Klasik: ringkasan

Urutan tokoh dalam postingan ini tidak dimaksudkan untuk menentukan siapa yang paling berpengaruh atau siapa yang paling relevan di sosiologi. Masing-masing tokoh memiliki kontribusinya masing-masing di sosiologi.

Auguste Comte berkontribusi pada sistem awal di sosiologi sebagai sebuah ilmu pengetahuan. Herbert Spencer menjadi tokoh paling pertama yang melihat masyarakat manusia dalam kacamata evolusi, sehingga menjadi sosiolog evolusioner pertama.

Karl Marx memberikan kita sudut pandang atas hubungan sosial di masyarakat industrial, masyarakat kapitalis. Dia seolah meminta kita untuk memperhatikan bagaimana hubungan kelas sosial-ekonomi bisa saling menindas.

Max Weber mendemonstrasikan bagaimana agama berhubungan dengan sistem ekonomi masyarakat kapitalisme. Selain itu, dia juga menyediakan gambaran atas masyarakat kapitalisme dan pengaruhnya terhadap kehidupan manusia dengan konsep sangkar besi.

Emile Durkheim memberikan ide yang agaknya berbeda dari tokoh-tokoh sebelumnya: bahwa masyarakat terikat secara nilai dan norma melalui solidaritas dan kesadaran kolektif. Ritual menjaga mereka tetap terikat.

Georg Simmel punya kontribusi besar di sosiologi sebagai disiplin yang independen. Menurutnya, sosiologi perlu fokus mempelajari fenomena mikro.

W. E. B. Du Bois menjadi sosiolog pertama yang mempelajari rasisme secara sistematik dan melahirkan konsep-konsep penting yang dapat mengilustrasikan pengalaman rasisme.

Postingan ini ditutup oleh George Herbert Mead yang mengajukan ide pragmatis atas individu dan masyarakat, bahwa Self adalah produksi masyarakat.

Pemikiran Auguste Comte

Augute Comte, bapak sosiologi
Comte, yang sering dinistakan karena membawa positivisme, adalah bapak dari sosiologi

Hukum Tiga Tahap. Comte percaya bahwa perkembangan intelektual manusia bergerak dari tahapan teologis ke tahapan metafisis dan diakhiri dengan tahapan positif. Tahapan terakhir ditandai dengan sadarnya manusia akan batasan pengetahuan manusia.

Klasifikasi ilmu pengetahuan. Filsuf yang disebut sebagai bapak sosiologi” ini juga mengkategorikan perkembangan ilmu pengetahuan dari sederhana dan abstrak (misalnya, matematika) ke kompleks dan konkret (misalnya, fisika).

Pemikiran Herbert Spencer

Herbert Spencer di sosiologi klasik
Meski sering dinistakan, pengaruh Spencer di sosiologi tetap besar

Pencetus istilah ‘Survival of the Fittest. Adalah Herbert Spencer, bukan Darwin, yang memperkenalkan kita dengan istilah yang sangat ikonik “survival of the fittest,” yang disebutkan pertama kali dalam bukunya, Principles of Biology (1864).

Darwinisme Sosial. Berbeda dari Darwin, Spencer memperluas penggunaan teori evolusi lebih dari sekedar biologi. Dia menggunakan teori ini untuk memahami masyarakat sehingga ia dikenal sebagai seorang Darwinis Sosial. Ideologi ini sering dianggap sangat jahat karena berpikir bahwa masyarakat yang kuat akan menang dan yang lemah akan gagal bertahan hidup. 

Pemikiran dan Teori Karl Marx

Pengaruh Karl Marx sangat besar di sosiologi klasik
Marx punya pengaruh yang sangat luas di ilmu sosial, termasuk di antaranya di teori sosiologi klasik

Dua kelas masyarakat kapitalis. Karl Marx memahami bahwa masyarakat kapitalis dibagi menjadi dua kelas: Borjuis dan Proletariat. Kelas Borjuis adalah orang-orang yang memiliki dan mengontrol kekuatan produksi di masyarakat seperti pabrik dan mesin. Sedangkan itu, kelas Proletar berjuang bertahan hidup dengan cara menjual tenaga kerjanya ke kelas Borjuis untuk mendapatkan uang.

Kekuasaan ekonomi atas segalanya. Bagi Marx, mereka yang mengontrol basis-basis ekonomi juga mengontrol segala urusan di masyarakat. Mulai dari politik, budaya, hingga agama semuanya ditentukan oleh urusan ekonomi dan transaksi uang. Dalam bahasa yang lebih konseptual, Economic Base menyusun Superstructure.

Pemikiran dan Teori Max Weber

Max Weber, tokoh sosiologi klasik yang penting di perspektif mikro.
Weber terkenal dengan Vertehen di sosiologi klasik

Sangkar besi. Max Weber mengatakan bahwa hubungan ekonomi dan teknologis mendasari sistem masyarakat, termasuk di dalamnya hierarki sosial dan pembagian kerja. Karena itu seseorang yang hidup di masyarakat kapitalis dibentuk dengan cara teknologis dan ekonomis, hampir tak bisa membayangkan kehidupan alternatif lainnya. Jadi, hidupnya seperti ada di dalam sangkar, dan ia menjadi penghambat besar dalam kebebasan manusia.

Sistem ekonomi dan agama. Pada tahun 1905 buku The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism dipublikasikan lalu diterjemahkan oleh Talcott Parsons pada tahun 1930. Dalam buku ini Weber menghubungkan sosiologi ekonomi dan sosiologi agama, bagaimana nilai-nilai kepercayaan dan sistem ekonomi saling memengaruhi di masyarakat. Dalam argumennya disebutkan bahwa Protestanisme mendorong orang-orang untuk bekerja dan mendapatkan banyak uang. Setelah pengaruh agama menurun, kapitalisme terbebas dari moral Protestan dan berkembang menjadi sistem ekonomi sendiri. 

Pemikiran dan Teori Emile Durkheim

Durkheim, salah satu tokoh sosiologi klasik yang paling sering dibicarakan mahasiswa sosiologi.
Durkheim, salah satu tokoh sosiologi klasik yang paling sering dibicarakan mahasiswa sosiologi

Solidaritas dan Kesadaran Kolektif. Emile Durkheim menggunakan konsep solidaritas untuk menjawab bagaimana cara individu berada dan terikat dalam sebuah kebudayaan. Dari studinya itu dia mengajukan ide kesadaran kolektif sebagai penjelasan pada bagaimana kita bisa memiliki kesamaan ciri dan budaya. Melalui ritual yang dilakukan secara kolektif kita menjaga nilai-nilai yang terbagikan itu.

Anomie. Konsep anomie yang dicetuskan oleh Durkheim masih berguna bagi sosiolog jaman sekarang. Sebab konsep ini membantu menjelaskan bagaimana kekerasan muncul di tengah perubahan sosial. Pada dasarnya, anomie adalah perasaan diskoneksi, ketidakhubungan, seseorang dari masyarakat karena adanya perubahan di dalam nilai, norma, dan ekspektasi. Diskoneksi ini bisa mengakibatkan kekacauan mental dan material.

Pemikiran Georg Simmel

George Simmel, salah satu tokoh penting di sosiologi klasik yang jarang dibahas di Indonesia
George Simmel, salah satu tokoh penting di sosiologi klasik yang tak sering dibahas

Berbeda dari kebanyakan pemikir sosial dan tokoh penting sosiologi lainnya, Georg Simmel tidak pernah mengembangkan yang namanya “aliran pemikiran” seperti fungsionalisme atau Frankfurt School. Namun idenya sangat memengaruhi sosiologi dan tokoh-tokoh pentingnya seperti Robert E. Park, dan Frankfurt School.

Sosiologi mikro. Kontribusi yang paling penting dari Simmel adalah metodologi di sosiologi. Berkat metodologi yang dikembangkannya, sosiologi bisa berdiri sebagai disiplin tersendiri yang independen. Simmel menolak sosiologi sebagai studi atas semua fakta sosial. Dia menawarkan ide baru pada masanya, yakni perspektif sosiologi mikro. Menurutnya sosiologi perlu fokus mempelajari fenomena sub-institusional. Simmel juga ingin sosiologi fokus mempelajari fenomena empirik, yang dapat diamati. Sedangkan bagian metafisis dari masyarakat diberikan kepada apa yang disebutnya sebagai sosiologi filosofis. 

Pemikiran W. E. B. Du Bois 

WEB Du Bois adalah salah satu tokoh teori sosiologi klasik yang jarang diajarkan di Indonesia
Du Bois adalah salah satu tokoh teori sosiologi klasik yang jarang diajarkan di Indonesia

Mengilustrasikan rasisme struktural. Buku berjudul The Philadelphia Negro (1896) menjadi karya besar pertamanya W. E. B. Du Bois. Studi pada orang-orang negro ini menjadi salah satu contoh studi sosiologi yang dilakukan secara sistematik. Du Bois melakukan wawancara perorangan sebanyak 2500 kali di keluarga kulit hitam di Philadelphia dari Agustus 1896 hingga Desember 1897. Hal lain yang sangat menarik dari studi ini, Du Bois mengombinasikan studinya dengan data sensus untuk membuat ilustrasi visual dalam bentuk grafik. Dari sinilah dia menggambarkan realitas rasisme dan bagaimana rasisme berdampak pada komunitas sosial.

Kesadaran ganda dan “tirai”. Buku The Souls of Black Folk (1903) adalah esai-esai yang dibuat oleh Du Bois dan diajarkan secara umum untuk studi-studi kulit hitam di negara kulit putih. Dari esai-esai ini digambarkan bagaimana efek psikososial dari rasisme. Ada dua konsep yang dibangunnya di esai-esai itu: kesadaran ganda, dan “tirai”.

Konsep tirai digunakan untuk menggambarkan bagaimana orang-orang kulit hitam melihat dunia secara berbeda dibandingkan orang-orang kulit putih karena rasisme membentuk pengalaman dan interaksi mereka. Contoh paling mudah dari konsep tirai adalah perbedaan fisik yang mencolok di masyarakat kulit putih. Sedangkan itu, konsep kesadaran ganda mengacu kepada kesadaran yang dimiliki oleh orang kulit hitam yang terbagi menjadi dua: pandangan keluarga kulit hitam terhadapnya berbeda dari keluarga pandangan kulit putih padanya. Mereka orang Amerika, tapi juga orang Negro. Dua-duanya nyata, tapi saling bertentangan.

Pemikiran dan Teori George Herbert Mead

Mead, tokoh yang terkenal di sosiologi interaksionis
Mead terkenal sebagai tokoh sosiologi klasik di aliran interaksionisme

Diri adalah bentukan masyarakat. George Herbert Mead percaya bahwa self-image dibentuk melalui interaksi sosial. Dia berargumen bahwa Diri, terdiri dari self-awareness dan self-image, adalah produk dari pengalaman sosial. Diri terbentuk melalui empat cara: (1) melalui pengalaman sosial, (2) pertukaran simbol dan penggunaan bahasa, (3) memahami maksud dan perspektif orang lain, dan (4) memahami peranan orang lain didepan dirinya sendiri.

Pragmatisme. Selain sosiologi, Mead juga seorang pemikir ternama di filsafat pragmatis. Dia sangat dipengaruhi oleh teori relativitas dan doktrin emergensi. John Dewey mengakui kontribusi besar Mead di filsafat pragmatis.

Pengaruh Panjang Teori Sosiologi Klasik

Meski berumur tua dan dibuat oleh orang-orang yang sudah mati, teori-teori sosiologi klasik masih seksi di mata sosiolog jaman sekarang. Pemikiran mereka masih terus didiskusikan dalam cara yang moderat untuk menjalin relevansi pemikiran dan teori sosiologi kontemporer.

Beberapa sosiologi juga masih melakukan studi-studi kontemporer dengan teori sosiologi klasik. Ini menunjukkan adanya nilai-nilai yang sangat berguna dan sayang apabila diabaikan begitu saja oleh kemajuan dan progres sosiologi global. Sudah sangat jelas, mahasiswa dan para ilmuwan sosial muda tidak boleh meninggalkan pemikiran-pemikiran lama di sosiologi.

Tentang Penulis

Website | + postingan

Berdiri sejak tahun 2020, Sosial Logi adalah media populer yang membumikan ilmu sosial di Indonesia.

Leave a Reply